|
Sudah lazim bagi kita pada setiap awal tahun ada baiknya dimulai dengan sebuah resolusi. Ada harapan baru pada setiap awal pergantian tahun walaupun belum tentu resolusi dan harapan itu akan tercapai semuanya. Tetapi tetap saja harapan baru itu setidaknya dapat menambah semangat untuk mencapainya. Karena www.electroniclab.com adalah situs yang berkutat di sekitar teknologi elektronika maka tentu harapannya adalah dapat menyumbang perkembangan teknologi elektronika dengan menumbuh kembangkan minat terhadap bidang elektronika. Hal kedua yang lazim dilakukan pada awal tahun adalah mencoba membaca prediksi apa yang akan menjadi trend di sepanjang tahun 2009 khususnya teknologi elektronika Indonesia. Walaupun pada kenyataannya untuk bidang teknologi kita masih ber'kiblat' dari luar negeri, prediksi tahun ini yang menjadi trend teknologi utama masih seputar konsep "green" dan "convergency". Masyarakat dunia di tahun 2008 sudah merasakan lonjakan kenaikan harga minyak dan tahun 2008 pemanasan global menjadi issu utama. Walaupun di penghujung tahun harga minyak turun tetapi inipun karena resesi global yang menyebabkan permintaan minyak yang turun. Tahun 2009 sepertinya kita akan mendengar lebih banyak lagi istilah "go green" sebagai keinginan kembali hijau yang diterjemahkan sebagai gerakan untuk kembali menanam pohon. Di bidang teknologi khususnya elektronika gaung ini akan disambut dengan konsep efisiensi energi. Pengembangan mesin mobil hybrid, mikro hidro dan energi alternatif akan jadi perhatian. Walaupun tidak terkait langsung dengan elektronika tetapi memang transformasi massal seperti busway (yang belum efektif) dan monorail bisa jadi di tunggu-tunggu oleh masyarakat sebagai pendukung konsep 'hijau'. Barangkali insinyur elektronika dalam hal ini bisa menyumbang ide pengurangan penggunakan kertas untuk pembayaran parkir dan tol dengan transaksi elektronik berteknologi RFID misalnya.
Prediksi teknologi tahun 2009 yang kedua adalah tentang convergency yaitu upaya memadukan banyak hal dalam satu peralatan. Gadget-gadget baru yang bakal muncul akan mengadopsi GPS, WiFi, kamera (dengan resolusi mendekati standar SLR), 2G/3G phone, TV, audio video playback dan games dalam satu device. Ini karena aplikasi sosial networking lewat web makin diminati seperti blog dan facebook memerlukan peralatan multimedia yang portabel dan ringkas. Maka blackberry, portable gaming (nintendo game boy DSi, PSP dari sony dan portable Xbox) dan iphone nano (versi ekonomis dari iphone) bakal meramaikan pasar gadget di tahun 2009. Ini mesti didukung oleh akses broadband yang lebih lebar dan murah. Maka apakabar WiMax Indonesia yang mengusung frekuensi 2,3 Ghz versi rev 16d yang khusus untuk Indonesia (proprietary), mudah-mudahan go-to-market tahun ini. Kalau tidak, bisa-bisa kehilangan momentum karena operator selular kelihatannya setengah hati mengadopsi WiMax apalagi kalau rev 16d yang tidak bisa 'mobile'. Umumnya operator selular lebih menanti evolusi 3G LTE ketimbang mengusung WiMax.  Di luar negeri prediksi teknologi komunikasi bisa lebih cepat karena mereka sudah melirik SIP untuk menggantikan VoIP. Untuk Indonesia barangkali tahun ini awal dari transformasi IP yang dimulai dari level akses. Saat ini operator telekomunikasi sudah mulai membangun jaringan IP sehingga nantinya bakal mampu mengangkut suara, data dan gambar yang memerlukan jaringan pita lebar (broadband). Perang tarif telekomunikasi tahun 2008 mencapai titik nadir, tarif telepon hampir-hampir nol rupiah (walaupun antar sesama pelanggan operator) malah sekarang bisa jadi biaya SMS lebih mahal dari biaya percakapan telepon. Maka tidak salah jika tahun 2009 diprediksikan aplikasi dan advertasi (iklan) dengan media telepon selular jadi primadona. Apakah killer application setelah SMS dan RBT (ring back tone) ? sepertinya aplikasi yang berkaitan dengan lokasi (location based) bisa jadi primadona. Contohnya fleet management, map guidance, info lalu lintas dan lain lain bakal muncul. Tentu saja prediksi bisa meleset, misalnya tahun lalu diperkirakan teknologi multimedia akan booming. Harapannya aplikasi IP-TV atau digital TV baik unicast/broadcast sudah bisa dinikmati secara luas namun masih terbentur regulasi dan teknologi akses. Namun demikian yang menggembirakan misalnya akses internet wireless broadband, fix DSL, mobile internet dan hot spot mendapat tempat di masyarakat Indonesia. Bahkan sudah ada salah satu operator taxi yang menyediakan tayangan tv cable dengan teknologi DVB bagi penumpangnya. Tentu yang pasti buat Indonesia tahun 2009 adalah tahun pemilu apakah sudah ada yang mendesain electronic voting ? end-
|